WHO: Kami belum melihat laporan kematian terkait virus Corona Omicron - Mantik Berita

WHO: Kami belum melihat laporan kematian terkait virus Corona Omicron

mantik.id, Jakarta – Varian baru virus Corona, Omicron sudah terdeteksi di beberapa negara sejak pertama kali ditemukan di Benua Afrika. Varian ini disebut sebagai salah satu yang sangat cepat dalam menularkan virus.

World Health Organization (WHO) menyatakan varian B.1.1.529 atau Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021. Situasi epidemiologis di Afrika Selatan telah ditandai oleh tiga puncak berbeda dalam kasus yang dilaporkan, yang terakhir didominasi varian Delta. 

Pada konferensi pers PBB, juru bicara WHO Christian Lindmeier mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya masih mengumpulkan bukti tentang varian baru yang dilacak di Afrika Selatan pada 11 November dan dinamai omicron sekitar seminggu yang lalu.

Christian Lindmenier juga belum melihat laporan kematian terkait varian baru virus korona omicron dan menekankan varian delta tetap menjadi fokus dunia melawan pandemi.

“Kami belum melihat laporan kematian terkait omicron,” kata Lindmeier.

“Jangan lupa juga bahwa varian dominan saat ini masih tetap varian delta. Omicron mungkin sedang naik daun, dan kita mungkin sampai pada titik di mana dia mengambil alih sebagai varian dominan,” ujar dia.

Melansir dari aa.com Juru bicara WHO mengatakan dunia perlu melindungi diri dari varian delta.

Sejak Covid-19 pertama kali ditemukan hampir dua tahun lalu, WHO telah mengkonfirmasi hampir 263 juta kasus dan lebih dari 5,22 juta kematian secara global.

“Semakin banyak negara yang terus mencari dan terus menguji orang dan secara khusus melihat varian omicron, kami juga akan menemukan lebih banyak kasus dan lebih banyak informasi, dan semoga tidak, tetapi juga kemungkinan kematian,” kata Lindmeier.

Setelah varian omicron dilacak di Botswana dan Afrika Selatan, beberapa negara di Eropa dan Amerika Utara pekan lalu memberlakukan pembatasan perjalanan yang ketat di negara-negara di wilayah selatan Afrika dan bahkan melarang penerbangan.

Langkah-langkah ini menarik kecaman dari pejabat tinggi di PBB, WHO, badan perjalanan internasional, dan asosiasi pekerja.

“Daripada menutup perbatasan, pembatasan, dan sebagainya, jauh lebih baik untuk mempersiapkan negara Anda, sistem kesehatan Anda untuk kemungkinan kasus yang akan masuk,” kata Lindmeier.

“Kami cukup yakin bahwa varian omicron ini akan menyebar. Delta juga dimulai di suatu tempat. Dan sekarang kami memilikinya sebagai varian dominan di lebih dari 90 persen dunia,” imbuh dia.

Lindmeier mengatakan bahwa, “kita tidak akan dapat menghindarinya dari negara-negara, karena perilaku varian omicron.”

Balas disini

%d bloggers like this: