52 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan MAL, di TKP Kota Masohi, Ambon - Mantik Berita

52 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan MAL, di TKP Kota Masohi, Ambon

 318 views (dibaca)

mantik.id, AMBON– Polisi dalam tugas melaksanakan rekonstruksi dengan tujuan untuk melengkapi berkas perkara dua tersangka pembunuhan MAL, siswi SMK di Masohi.

Bagian Penyidik Satreskrim Polres Maluku Tengah menggelar rekonstruksi atau reka ulang insiden pembunuhan tragis itu di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kota Masohi.

Kedua tersangka, yaitu, RS alias Remat (22) dan IPT alias Wawan (34).

Reka ulang itu dilakukan di Rt 05, Jalan Abdullah Soilisa, Kelurahan Ampera, Kecamatan Kota Masohi, Kamis (17/3), sekitar pukul 09.00 WIT.

Kasi Humas Polres Maluku Tengah, Iptu Rido Masihin, yang dikonfirmasi media ini, mengungkapkan, reka ulang tersebut digelar dengan pengamanan ketat aparat Polres Malteng.

“Dari hasil reka ulang itu, kurang lebih ada 52 adegan yang dibuat kedua tersangka, saat mengeksekusi korban dari dalam Penginapan Samudera ke gorong-gorong kota Masohi pada 8 Maret 2022 lalu,” ungkap Masihin, Kamis (17/3).

Mantan Kapolsek Pasanea itu mengatakan, dengan ditemukan puluhan adegan tersebut, membuat bukti tindak pidana ini semakin terang benderang.

“Selain itu, dari bukti ini pun bisa mempercepat perampungan berkas perkara ke Jaksa Penuntut umum (JPU) Kejari Masohi untuk diteliti (Tahap I),” singkat Masihin.

Sebelumnya diberitakan, kematian MAL yang merupakan siswi SMK di Masohi yang ditemukan dalam gorong-gorong bundaran kota Masohi, terungkap.

Polres Maluku Tengah bergerak cepat meringkus dua pelaku, masing-masing, RS alias Remat (22) dan IPT alias Wawan (34). 
Keduanya saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diancaman dengan pasal berlapis yakni melanggar UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto pasal 338 KUHP, pasal 55 ayat 1, pasal 351 ayat 3, pasal 55 ayat 1, dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara.

Kapolres Maluku Tengah, AKBP Abdul Ghafur, dalam rilisnya kepada wartawan, mengatakan, kedua pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya diringkus di dua tempat berbeda. 

Tersangka RS ditangkap saat dalam perjalanan dari Waipirit menuju Masohi, tepatnya di Negeri Tananahu, Sabtu 12 Maret 2022. Warga Negeri Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah itu berprofesi sebagai pengemudi mobil angkutan umum (angkot).

Dari mulut tersangka RS, penyidik kembali mengejar tersangka IPT alias Wawan yang juga berprofesi sebagai sopir angkot. Ia diciduk di rumahnya Negeri Haya,Kecamatan Tehoru, pada Minggu 13 Maret 2022.

Menurut Kapolres, peristiwa pembunuhan terhadap korban berawal saat kedua tersangka mengkonsumsi minuman keras jenis Sopi di pantai pengeringan Kota Masohi.

Usai pesta miras, RS dan IPT bergerak menuju penginapan Samudra. RS kemudian memboking kamar 01, lalu menghubungi korban.

Tak berselang lama, korban datang. RS dan korban melakukan persetubuhan di dalam kamar penginapan. Kurang lebih 10 menit, RS keluar menemui IPT yang berada di luar dan menyuruhnya masuk menemui korban.

Masuk ke kamar, IPT sempat merayu korban dengan bayaran  Rp 200 ribu. Ia kemudian menggagahi korban, tapi korban berteriak karena merasa kesakitan.

“Karena takut teriakan korban didengar orang, tersangka menutup mulut dan hidung korban dengan bantal,” kata Kapolres.

Kurang lebih 1 jam IPT menutup wajah korban mennggunakan bantal, dia kemudian melihat korban sudah tidak lagi bergerak. Saat diperiksa, denyut nadi korban hilang.

Karena korban sudah tidak bergerak, ia bergegas mengenakan pakaian. IPT keluar memanggil RS masuk ke kamar melihat kondisi korban.

“Karena korban sudah kaku dan tidak bernyawa, IPT kemudian mencari tali dan mengikat korban. RS kemudian mengambil gunting dari mobil dan memotong tali jemuran yang ada di Penginapan Samudra, untuk diberikan kepada IPT,” lanjut Kapolres.

Kedua tersangka kemudian menggendong mayat korban menuju ke gorong- gorong. Mereka mengikat kaki korban, kemudian dimasukan ke dalam karung.

“Selanjutnya korban diikat dengan batu, tujuannya sebagai pemberat, agar mayat korban tidak hanyut terbawa air,” ungkap Kapolres.

Usai melaksanakan aksi kejahatan tersebut, kedua tersangka kemudian kembali ke rumah. Beberapa hari kemudian, mayat korban ditemukan dua warga yang sementara mencari udang di gorong- gorong, ungkap Kapolres. (M-003)

Leave a Reply

Your email address will not be published.