Elektabilitas PKS dan Demokrat naik berdasarkan survei SMRC

Ilustrasi logo partai PKS dan Demokrat

mantik.id, Jakarta – Survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden. Response rate sebesar 981 atau 80 persen. Margin of error sebesar +- 3,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Demokrat pada survei Mei 2021, hanya mencatatkan suara sebesar 6,6% namun pada Survei September 2021 suara diperolehnya menjadi 8,6%,” kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani saat memaparkan hasil survei via daring, Kamis (7/10/2021).

Sedangkan tren eletabilitas PKS mengalami kenaikan di angka 6 persen. Pada Maret 2020, elektabilitas PKS berada di 4,4 pesen.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengaku bersyukur dengan kenaikan elektabilitas berdasarkan survei SMRC.

“Kami bersyukur PKS naik dari 4,6 ke 6 persen,” ujar Mardani.

Mardani mengatakan, bagi PKS hasil survei merupakan cermin sekaligus cambuk. Sehingga, menurutnya hasil dalam survei merupakan sesuatu yang baik.

Selain itu dirinya juga menyoroti soal capres. Menurutnya calon pemenang pilpres akan menjadi lokomotif bagi pileg mendatang.
“Ini kuat sekali, kemarin itu pilpres lebih tinggi 10 juta ketimbang pileg,” ujarnya.

PKS menegaskan, masih berjuang untuk merevisi UU Pemilu. Menurutnya lebih baik jika ambang batas pencalonan presiden diturunkan dari 20 persen menjadi 10 persen.

“Katakan tiga atau empat (pasangan calon presiden), itu jauh lebih sehat ketimbang dua pasang calon,” ungkapnya.

Selanjutanya dikutip dari republika, Politikus PDIP, Andreas Hugo Pareira, menanggapi hasil survei SMRC yang menyebut, bahwa meskipun elektabilitas PDIP tinggi, namun trennya alami penurunan. Menurutnya, elektabilitas PDIP masih berada jauh di atas Partai Golkar.

Responden diwawancarai melalui tatap muka pada 15-21 September 2021. Hasilnya PDIP masih tetap nomor satu mendominasi keterpilihannya sebagai partai politik penguasa saat ini, Namun, PDIP bersama Gerindra mengalami tren penurunan angka elektabilitas.

“Meskipun kali ini dari survei PDIP turun tapi masih berada pada posisi teratas, dan distansinya dengan Partai Golkar yang nomor kedua masih cukup jauh. setengahnya. Sehingga masih cukup jauh,” kata Andreas dalam acara diskusi yang digelar secara daring, Kamis (7/10).

Hasil survei ini menunjukkan bahwa jika pemilu diadakan sekarang, PDIP mendapat dukungan terbesar, 22,1 persen, disusul Golkar 11,3 persen, PKB 10 persen, Gerindra 9,9 persen, Demokrat 8,6 persen, PKS 6 persen, dan Nasdem 4,2 persen. Sementara partai-partai lain di bawah 3 persen, dan yang belum tahu 18,8 persen.

Jadi kecenderungan disampaikan SMRC yang menguat terlihat dalam elektabilitas pada Demokrat, PKS.

Leave a Reply

%d bloggers like this: