Fahira Idris: Tuntutan Hukuman Mati yang Diajukan JPU Terhadap Predator Herry Wirawan Sudah Tepat - Mantik Berita

Fahira Idris: Tuntutan Hukuman Mati yang Diajukan JPU Terhadap Predator Herry Wirawan Sudah Tepat

 282 views (dibaca)

mantik.id, Jakarta – Anggota DPD RI Fahira Idris menghormati vonis atau hukuman penjara seumur hidup yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, kepada Herry Wirawan, terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati yang selama ini kasusnya terus membuat geram masyarakat dan menunggu hukuman apa yang tepat untuk Herry Wirawan.

Menurut cucu dari KH. Hasan Basri mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa predator anak sejatinya adalah tuntutan yang sangat tepat. Namun dirinya juga menghormati keputusan majelis hakim yang memvonis predator anak seumur hidup. Karena itu ia mendukung jika JPU ingin mengajukan banding.

“Walaupun idealnya kejahatan seperti ini dihukum mati, seperti tuntutan JPU, tetapi saya tetap menghormati putusan hakim yang menghukum terdakwa seumur hidup. Namun, saya mendukung jika JPU ingin mengajukan banding,” kata Fahira kepada wartawan.

Ia mengatakan tuntutan hukuman mati telah sesuai dengan dijadikannya kejahatan seksual terhadap anak sebagai kejahatan luar biasa karena berdampak luas, baik bagi korban, keluarga korban, maupun masyarakat.

Tuntutan itu, lanjut Fahira, sesuai dengan amanat Pasal 81 ayat (1), ayat (3), dan ayat (5) juncto Pasal 76D Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Kejahatan yang dilakukan Herry Wirawan menurut Fahira adalah kejahatan berlapis, mulai dari memperdaya, mengancam anak-anak, dan mengganggu kesehatan anak, baik fisik maupun psikis.

Di samping itu, Fahira mengatakan, korban harus melahirkan di usia yang sangat muda. Kemudian kejahatan yang paling keji adalah kekerasan seksual yang dilakukan terdakwa terus menerus dan sistematik. Perbuatan keji terdakwa ini juga menyebabkan keresahan publik luas.

“Kejahatan yang berlapis-lapis seperti ini memang layaknya dihukum mati, tetapi sekali lagi kita hormati keputusan hakim,” tegas Fahira.

Anggota DPD RI yang sangat pemerhati sosial ini berharap kasus tersebut dapat menjadi kasus yang senantiasa diingat dan menjadi pertimbangan bagi penegakan hukum bahwa kejahatan seksual terhadap anak adalah kejahatan luar biasa sehingga hukumannya harus seberat mungkin.

Meski demikian, ia mengatakan hukuman seumur hidup ini memastikan terdakwa tidak akan kembali lagi ke dalam komunitas masyarakat. Mengingat, kekerasan seksual terhadap anak apalagi korbannya lebih dari satu dan dilakukan berulang-ulang dikategorikan kejahatan luar biasa.

“Karena mempunyai dampak luas bagi korban, keluarga korban dan masyarakat. Kejahatan yang dilakukan terdakwa berlapis-lapis, mulai dari memperdaya dan mengancam anak-anak, berpotensi mengganggu kesehatan anak baik fisik maupun psikis,” tutur Fahira.

Fahira Idris berharap kasus ini menjadi kasus penting untuk diingat bersama dan menjadi pertimbangan penegak hukum di mana saja bahwa kejahatan seksual terhadap anak adalah kejahatan luar biasa sehingga hukumannya harus seberat mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.