Gibran memuji Anies Bawesdan - Mantik Berita

Gibran memuji Anies Bawesdan

mantik.id, Jakarta – Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak pernah henti dari pemberitaan, mulai berita formal atau berita biasa. Ketenaran orang nomor satu di DKI Jakarta ini menjadikan pemberitaan yang selalu menarik,apapun judul atau temanya.

Publik seakan terus mengikuti dengan antusias informasi tentang Gubernur Anies, dan sangat dimaklumi, jika wartawan rela mengikuti dan memberitakan segala macam kegiatan Anies karena beritanya sangat ditunggu pembaca baik dari Jakarta maupun daerah lain.

Putra Sulung Presiden Jokowi yang menjadi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, berkali-kali memuji kepemimpinan Anies Bawesdan dalam memimpin DKI Jakarta. Mulai dari penanganan Covid-19, percepatan vaksinasi hingga sukses menyediakan stok konvalesen. Gibranpun tak ragu mengakui, kalau kepemimpinan DKI dijadikan role model dalam penanganan Covid-19 di Kota Solo.

Menurut Gibran sesuai yang dilansir dari laman rmol.id, apa yang dilakukan Anies di Jakarta dapat dijadikan contoh, menjadi barometer untuk daerah lain agar vaksinasi bisa dilakukan dengan cepat dan massif.

Pujian tersebut sontak membuat ramai, terlebih kalangan politisi dan pemerhati, pasalnya, Gibran lekat dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang notabenenya rival Anies dalam Pilgub DKI yang lalu. Terlebih, banyak simpatisan dan elite PDIP yang kerap mengkritik kinerja Anies, intinya sangat berseberangan dengan Anies.

Lalu apa maksud pujian Gibran tersebut, lalu mengapa beberapa kalangan jadi ‘kebakaran jenggot’ dengan apa yang disampaikan Gibran. Padahal kalau mau objektif, apa yang disampaikan Gibran adalah fakta di lapangan.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono menilai, pujian Gibran terhadap Anies karena tidak paham masalah yang sebenarnya terjadi. Kata dia, Gibran hanya tahu kulit luarnya saja, tidak sampai ke dalam-dalamnya.

“Gibran kan nggak tahu Jakarta. Gimana mujinya wong memahami persoalan Jakarta saja tidak,” protes Gembong, dikutip dari wartaekonomi.co.id kemarin.

Angka vaksiniasi Jakarta memang yang paling tinggi dibandingkan daerah lain, sudah hampir 100 persen. Terlebih, saat ini jumlah orang yang sembuh dari Covid-19 melonjak signifikan dan yang terjangkiti virus sialan itu makin turun. Sudah barang tentu hal itu akibat dari kebijakan yang tepat.

Jadi wajar Gibran mematok Jakarta sebagai role model untuk Solo dan memuji kinerja Anies Baswedan dan Riza Patria.

Lagipula, untuk kalangan orang-orang yang adil sejak dalam pikiran, rivalitas politik bukan berarti membutakan capaian-capaian orang lain dalam bekerja, terlebih kerja-kerja tersebut demi kebaikan bersama, demi kebaikan Ibu Kota Negara. Oleh karena itu, tidak berlebihan misalnya kalau Gibran dapat disebut punya pandangan-pandangan objektif atas persoalan-persoalan.

Dari apa yang disampaikan Gibran, ia seakan ingin menunjukkan bahwasanya dirinya adalah politikus yang punya kelas berbeda dengan politisi rasa buzzer. Dengan objektifitas yang disampaikan putra sulung Presiden tersebut, Gibran menunjukkan kalau kalibernya sudah berbeda dengan politisi lain yang kerap mengkritik Anies tanpa mau melihat raihan positif yang sudah dilakukan duet Anies dan Riza untuk Jakarta.

Kalau memang demikian, sudah barang tentu kita semua tinggal menunggu capaian-capaian Gibran dalam bekerja untuk Kota Solo.

Jadi jangan dikait-kaitkan pujian Gibran dalam rivalitas politik antara elite PDIP dengan Anies Baswedan. Apalagi disangkut-pautkan dengan ambisi Gibran untuk maju dalam Pilgub DKI yang akan mendatang, seperti apa yang dilakukan ayahandanya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: