Kelwarany: Jabat Ketua Koni Maluku, Murad Ismail Tabrak UU SKN - Mantik Berita

Kelwarany: Jabat Ketua Koni Maluku, Murad Ismail Tabrak UU SKN

 250 views (dibaca)

mantik. id, AMBON – Kritik merupakan proses analisis dan evaluasi terhadap sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu perbaiki pekerjaan. Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Maluku, angkat suara terkait jabatan ketua KONI Maluku periode 2022-2026 yang dinahkodai oleh Murad Ismail dinilai bertentangan dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).

Ketua IMORI Maluku Saddam Kelwarany mengatakan, ingin memajukan olahraga Maluku tidak harus terjun langsung sebagai pengurus KONI.

“Jika ingin memajukan olahraga di Maluku maka tidak harus menjadi pengurus KONI. Apalagi seorang Murad Ismail yang merupakan orang nomor satu di provinsi Maluku. Justru itu akan lebih baik apabila ada kerja sama antara KONI dengan Pemprov,” kata dia kepada media ini, Selasa (8/3/2022).

Lanjut Kelwarany, jika kita kaji secara normatif sudah pasti bertentangan, bahkan pertengahan itu berlanjut sampai AD dan ART KONI itu sendiri.

“Tidak boleh ada rangkap jabatan di dalamnya, kalau pak gubernur merangkap jabatan sebagai ketua KONI, itu secara otomatis menyalahi AD dan ART KONI,” tegas dia.

Kelwarany berharap, jika jabatan ini tidak bisa dibatalkan dengan dalil terpilihnya Gubernur Maluku sebagai ketua KONI atas dukungan dari semua Cabor di Maluku melalui Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) walaupun hal itu bertentangan dengan UU SKN No 3 Tahun 2005 Pasal 40 yang memuat ketentuan pengurus KONI di semua tingkatan, dari pusat hingga daerah tidak boleh rangkap jabatan maka Murad Ismail harus merombak struktur KONI. Karena persoalan prestasi seperti kepengurusan sebelumnya maka yang disalahkan adalah wakil ketua umum II yang membidangi pembinaan prestasi.

“Yang harus menduduki jabatan fungsionaris KONI Maluku adalah orang-orang yang punya perhatian penuh terhadap olahraga, orang-orang yang punya spirit dalam memajukan olahraga di Maluku, orang-orang seperti inilah yang harus diprioritaskan sebagai pengurus KONI, tidak boleh mempertahankan orang-orang lama yang minim perhatiannya terhadap olahraga Maluku” ujar dia.

Sementara itu, praktisi olahraga Maluku Minsen Tenine mengatakan, olahraga itu tidak bisa dipisah lepaskan dari politik.

“Olahraga ini tidak bisa terlepas dari politik. Tapi tergantung politik itu digunakan untuk apa? Jika untuk hal jahat maka bersiaplah untuk dikritisi,” kata dia.

“Tapi kembali lagi ke kepentingannya juga, beliau punya kepentingan di 2024 dan kita tidak tahu dengan hal itu,” ujar Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Jasmani dan Olahraga, Universitas Negeri Makassar itu.

Lanjut Minsen, jika beliau ingin maju untuk memajukan olahraga Maluku maka kita tetap dukung. Akan tetapi jika ke depan arah kepemimpinan melenceng maka tetap dikritik.

“Sebenarnya olahraga kita ini maju, sangat maju. Tergantung dari dasar bawah,” pungkasnya. (M-003)

Leave a Reply

Your email address will not be published.