Ketua KPK: Wali Kota Bekasi Gunakan Kode "Sumbangan Masjid" Sebagai Ganti Upeti Suap - Mantik Berita

Ketua KPK: Wali Kota Bekasi Gunakan Kode “Sumbangan Masjid” Sebagai Ganti Upeti Suap

 126 views (dibaca)

mantik.id, Jakarta – Ketua KPK Firli Bahuri menyebutkan dalam konferensi pers, Pemkot Bekasi menetapkan APBD-P Tahun 2021 untuk belanja modal ganti rugi tanah dengan nilai total anggaran sekitar Rp 286,5 miliar. Anggran itu digunakan untuk pembebasan lahan sekolah untuk di wilayah Rawalumbu senilai Rp 21,8 miliar; pembebasan lahan Polder 202 senilai Rp 25,8 miliar; pembebasan lahan Polder Air Kranji Rp 21,8 miliar; dan kelanjutan pembangunan gedung teknis bersama Rp 15 miliar.

“Atas proyek-proyek tersebut, tersangka RE (Rahmat Effendi) selaku Wali Kota Bekasi periode 2018-2022 diduga menetapkan lokasi pada tanah milik swasta dan intervensi dengan memilih langsung para pihak swasta yang lahannya akan digunakan untuk proyek pengadaan dimaksud serta meminta untuk tidak memutus kontrak pekerjaan,” ucap Firli, Kamis (6/1/2022).

Wali kota dua periode itu diduga menetapkan lokasi tanah yang akan dibeli menggunakan uang negara tersebut. Wali kota juga diduga memilih langsung pihak swasta yang lahannya akan digunakan untuk proyek pengadaan. Termasuk meminta agar kontrak pengerjaan proyek yang telah ditetapkan itu tidak diputus di tengah jalan.

”Tersangka RE (Rahmat Effendi, Red) diduga meminta sejumlah uang kepada pihak yang lahannya diganti rugi,” ujar Firli dalam konferensi pers di gedung KPK kemarin. Yang menarik, kata Firli, Pepen ditengarai menggunakan kode ”sumbangan masjid” sebagai pengganti duit suap tersebut.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) ini, KPK juga menetapkan delapan orang lain sebagai tersangka. Lima orang disangka menerima suap. Yakni, selain Rahmat Effendi (Wali Kota), ada M. Bunyamin (sekretaris dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu), Mulyadi (lurah Jatisari), Wahyudin (camat Jatisampurna), dan Jumhana Lutfi (kepala dinas perumahan, kawasan permukiman, dan pertanahan).

Sementara itu, tersangka pemberi suap empat orang. Yaitu, Ali Amril (direktur PT MAM Energindo), Lai Bun Min alias Anen (swasta), Suryadi (direktur PT Kota Bintang Rayatri), dan Makhfud Saifudin (camat Rawalumbu). Untuk kepentingan penyidikan, sembilan tersangka tersebut langsung ditahan selama 20 hari ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.