Konten-Konten Disinformasi Konflik Rusia dan Ukraina Merambah ke Indonesia - Mantik Berita

Konten-Konten Disinformasi Konflik Rusia dan Ukraina Merambah ke Indonesia

 5,957 views (dibaca)

mantik.id, Jakarta – Tahun ini,  untuk pertama kalinya laporan Digital News Report 2021 mengikutsertakan Indonesia sebagai wilayah yang disurvei. Hal ini berdasar pada tingginya pengguna media sosial di Tanah Air yang sudah mencapai 71 persen.

Dari jenisnya, ada lima media sosial yang paling banyak dijadikan sumber berita oleh warga Indonesia. Kelimanya adalah WhatsApp (60 persen), YouTube (46 persen), Facebook (42 persen), Instagram (38 persen), dan Twitter (22 persen).

Konten propanda dan berita bohong (disinformasi) dalam perang Rusia lawan Ukraina menyebar hingga ke Indonesia, perlu diimbangi dengan kemampuan untuk memilah informasi di media sosial. Karenanya, penting untuk mencermati sejauh mana penggunaan media sosial sebagai sumber berita, terutama di Indonesia.

Saat ini mulai muncul penipuan berupa ajakan menyumbangkan dana atau keperluan lainnya untuk pengungsi Ukraina atau untuk mendukung upaya peperangan.

Sebaiknya melakukan verifikasi melalui mesin pencarian terkait kebenaran informasi. Kominfo juga memberitakan tentang sejumlah konten hoaks seputar konflik Rusia dan Ukraina. Salah satunya adalah video Youtube pada 27 Februari 2022 yang menyebutkan bahwa TNI membantu Ukraina menggempur militer Rusia. Setelah diverifikasi, video tersebut aslinya hanya membahas pendapat pengamat agar Indonesia membantu Ukraina terkait konflik Rusia versus Ukraina.

Yang harus dicermati adalah konten-konten propaganda berbentuk video atau foto yang itu sebenarnya bukan terjadi dalam konflik Rusia dan Ukraina.

Beberapa foto dan video yang beredar, termasuk rekaman dari konflik sebelumnya di Ukraina atau di tempat lain di dunia, dan gambar pasukan yang sedang latihan.

Twitter menghapus beberapa video yang terbukti menyesatkan oleh pemeriksa fakta dan peneliti. Ini berarti platform media sosial seperti Twitter tampaknya bersikap proaktif dalam menghadapi konten yang menyesatkan.

[HOAKS] Video TNI Bantu Ukraina Gempur Militer Rusia

.

Beredar video di media sosial YouTube yang menyebutkan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantu Ukraina menggempur militer Rusia.

Dilansir dari https://www.kominfo.go.id/content/detail/40320/hoaks-video-tni-bantu-ukraina-gempur-militer-rusia/0/laporan_isu_hoaks

Klaim Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantu Ukraina menggempur militer Rusia adalah tidak benar. Faktanya, tidak ada bukti visual dan konfirmasi pihak terkait bahwa benar TNI ikut terlibat dalam konflik Rusia versus Ukraina. Video tersebut hanya membahas pendapat pengamat agar Indonesia membantu Ukraina terkait konflik Rusia versus Ukraina.

Beredar di media sosial, seorang ayah Ukraina melakukan perpisahan dengan putrinya. Ayah yang segera menaiki bus tersebut mengucapkan selamat tinggal kepada sang putri yang mengenakan jaket merah muda.

Video Ukriana ayah berpamitan dengan putrinya
Video Ukriana ayah berpamitan dengan putrinya

Pada video yang beredar menyatakan bahwa sang ayah berpamitan untuk ikut membela negara dari serangan Rusia.

Namun melansir dari laman ukrainefact.org, ayah tersebut bukan pamitan untuk berperang. Video diambil jauh sebelum Rusia menginvasi Ukraina.

Sebuah video yang diklaim sebuah stasiun televisi Ukraina melaporkan jumlah korban tewas akibat invasi Rusia beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 3 Maret 2022.

Video berdurasi 21 detik itu memperlihatkan seorang reporter tengah menyampaikan sebuah berita. Di belakang reporter itu terlihat puluhan kantong jenazah berwarna hitam.

Gambar Tangkapan Layar Video yang Diklaim TV Ukraina Melaporkan Jumlah Korban Tewas Akibat Invasi Rusia (sumber: Facebook).

Video tersebut kemudian dikaitkan dengan stasiun televisi Ukraina yang tengah melaporkan jumlah korban tewas akibat invasi Rusia.

TV Ukraina melaporkan jumlah orang yang tewas dalam konflik Rusia-Ukraina.

Dalam siaran langsung, terlihat sebuah “mayat” ditutupi dg kain hitam yang tergeletak ditanah, tiba2 mengulurkan tangannya utk melepaskan kain hitam yg menutupi wajahnya. Melihat ini personil dg cepat melangkah maju dan menutupi kain hitam itu kembali 🤨

Ternyata jumlah korban tewas itu sengaja dibuat utk ber pura2 menjadi mayat agar terlihat jumlah yg tewas sangat banyak.Jadi apa yg anda lihat mungkin tidak benar!” tulis salah satu akun Facebook.

Video yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 30 kali ditonton dan mendapat 1 komentar warganet.

Dan banyak lagi video-video dan foto disinformasi atau “hoax” yang sudah beredar di Indonesia Rusia lawan Ukraina melalui medsos, dan bisa dilihat di media-media online nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published.