Mabes Polri: Kami tak melayani perang Tagar di Medsos

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Humas Mabes Polri, Komisaris Besar (Kombes) Ahmad Ramadhan (foto: Antara)

mantik.id, Jakarta – Mabes Polri menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melayani adanya perang hashtag atau tanda pagar (tagar) di media sosial (medsos). Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Humas Mabes Polri, Komisaris Besar (Kombes) Ahmad Ramadhan mengatakan, tugas pokok Polri adalah melayani, melindungi, mengayomi dan menegaskan hukum di tengah masyarakat.

“Polri tidak pernah perang tagar,” ujar Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/10).

Menurut dia, perang hastag atau tanda pagar #PercumaLaporPolisi dan #PolisiSesuaiProsedur. dijadikan kritikan sebagai evaluasi kinerja kedepannya.

Mencuatnya perang tagar tersebut terjadi dalam sepekan terakhir setelah ramai pemberitaan nasional terkait kasus dugaan perkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Adanya kasus tersebut, terkait dugaan pelaporan seorang ibu, berinisial RA melaporkan mantan suami SA pada 2019 lalu di Polres Luwu Timur. Dalam laporannya RA di menuduh SA, melakukan tindak pidana perkosaan terhadap tiga anak kandungnya.

Polres Luwu Timur sempat memproses laporan tersebut. Tak menemukan bukti-bukti adanya perkosaan, Polres Luwu Timur menghentikan penyelidikan kasus tersebut, dengan menerbitkan SP2 Lid. Sehingga kasus tersebut berhenti penyelidikannya, dan tak meningkat ke level penyidikan.

Polres Luwu Timur, menilai laporan RA terhadap SA ada motif dendam. Sehingga terhentinya kasus tersebut, memunculkan penilaian negatif terhadap kepolisian dan mulailah para netizen di dunia maya mengampanyekan tagar #PercumaLaporPolisi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: