Pengamat Al Azhar: Bangkitnya kembali Partai Buruh, tidak adanya partai-partai yang memperjuangkan nasib Buruh

Presiden Partai Buruh periode 2021-2026 Said Iqbal (dua kiri) menerima mandat dari Ketua Umum Partai Buruh periode sebelumnya Sony Pudjisasono (kanan) saat Kongres Nasional IV Partai Buruh di Jakarta, Selasa (5/10/2021). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

mantik.id, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) beserta puluhan federasi serikat pekerja tingkat nasional mendeklarasikan kebangkitan kembali Partai Buruh. Hal ini juga direncanakannya untuk turut berpartisipasi dalam kontestasi pemilu 2024 imbas omnibus law.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal, Jumat, 8 Oktober 2021, mengumumkan susunan lengkap Pengurus Komite Eksekutif (Exco), Majelis Rakyat, dan Majelis Nasional yang dibuat oleh Tim Formatur dari Partai Buruh.

Said Iqbal menjelaskan, kepengurusan Partai Buruh tidak menggunakan penyebutan Dewan Pengurus Pusat (DPP). Partai Buruh menggunakan standar internasional dengan istilah komite eksekutif.

Majelis Rakyat Partai Buruh merupakan istilah untuk Badan Pendiri partai, yang terdiri dari 11 organisasi pendiri Partai Buruh yang baru. Majelis Rakyat/Badan Pendiri merupakan pemilik partai yang nantinya berhak meminta kongres atau kongres luar biasa diselenggarakan.

Said Iqbal menjelaskan, alasannya satu ketika mendirikan Partai Buruh adalah terkait kekalahan perjuangan buruh dalam pembahasan dan penolakan terhadap omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja. Partai Buruh ingin memperjuangkan aspirasi para buruh dalam parlemen. Sehingga, perjuangan para buruh tidak lagi hanya dilakukan di jalanan melalui aksi demonstrasi.

“Alasan Partai Buruh dihidupkan kembali, kekalahan telak kelas pekerja buruh tani, nelayan, guru, dan orang-orang kecil lain (terkait) omnibus law. Karena Omnibus law, UU Cipta Kerja yang memicu Partai Buruh dihidupkan kembali,” kata Iqbal dalam konferensi pers, Senin (5/10/2021).

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai wajar kembalinya Partai Buruh yang diinisiasi oleh sejumlah serikat buruh.

“Hal yang wajar saja jika Partai Buruh reborn karena hingga saat ini tak ada satupun partai yang betul-betul memperjuangkan nasib buruh,” kata Ujang saat melansir dari laman Kompas.com, Selasa (5/10/2021).

Ujang mencontohkan, Undang-Undang Cipta Kerja yang ditentang karena tidak berpihak kepada buruh nyatanya tetap disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Makanya mereka ingin mendeklarasikan kembali Partai Buruh sebagai alat perjuangan mereka,” ujar Ujang.

Ujang berpendapat, Partai Buruh dapat menjadi partai alternatif untuk dipilih oleh kalangan buruh pada Pemilihan Umum 2024 mendatang.

Terlebih, kelompok buruh terdiri dari beragam kelompok yang lebih kecil mulai dari karyawan pabrik, guru honorer, petani, nelayan, dan lain-lain. Namun, menurut Ujang, kelompok tersebut selama ini tersebar dan memilih partai-partai yang sudah ada.

Oleh karena itu, salah satu tantangan bagi Partai Buruh agar menjadi kekuatan yang dapat diperhitungkan adalah mempersatukan suara buruh yang dahulu terafiliasi ke banyak partai untuk disalurkan ke Partai Buruh.

“Jika mampu dipersatukan semua elemen kaum buruh, maka akan menjadi partai yang diperhitungkan. Namun jika tak bisa bersatu, maka sulit untuk bisa bersaing dalam Pemilu nanti,” kata Ujang.

“Jadi kuncinya persatuan di internal para buruh itu agar para buruh mendukung Partai Buruh yang akan kembali dihidupkan oleh Said Iqbal cs,” kata dia menambahkan.

Partai Buruh baru setidaknya didukung oleh 11 organisasi serikat pekerja di antaranya para pendiri Partai Buruh lama, KSBSI, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), dan KSPI. Lalu, Serikat Petani Indonesia (SPI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (FSPKEP), Federasi Serikat Pekerja Farmasi Kesehatan (FSB Farkes), Forum Pendidik Tenaga Honorer dan Swasta Indonesia (FPTHSI), serta Gerakan Perempuan Indonesia (GPI).

Inilah susunan Majelis Rakyat, Komite Eksekutif, dan Majelis Nasional Partai Buruh yang dilansir sumbernya dari Antara:

A. Majelis Rakyat/Badan Pendiri

  1. Ketua Majelis Rakyat: Sonny Pudjisasono;
  2. Sekretaris Majelis Rakyat: Komarudin Umar;
  3. Anggota Majelis Rakyat: Said Iqbal (RBI – KSPI), Muhammad Yunus Nasution (SPI), Riden Hatam Azis (RBI – FSPMI), Hermanto Ahmad (ORI – KSPSI), Ilhamsyah (Komite Politik – KPBI), Mirah Sumirat (GPI), Sunandar (RBI – FSPKEP), Idris Idham (RBI – FSP FARKES R), Didi Suprijadi (FPTHSI);

B. Komite Eksekutif Periode 2021-2026

  1. Presiden Said Iqbal;
  2. Wakil Presiden Agus Supriyadi;
  3. Sekretaris Jenderal Ferri Nuzarli;
  4. Bendahara Umum Luthano H Budyanto;
  5. Ketua Badan Pemenangan Pemilu Ilhamsyah;
  6. Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Mirah Sumirat;
  7. Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi Adityo Fajar;
  8. Ketua Bidang Program dan Diklat Mudjahit Widian;
  9. Ketua Bidang Litbang, IT, dan Database Andi Harnoko;
  10. Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Prihanani;
  11. Ketua Bidang Buruh, Upah dan Jamsos, Perumahan Rakyat Nani Kusmaeni;
  12. Ketua Bidang Tani, Nelayan, Agraria, Perikanan, dan Desa Angga Hermanda;
  13. Ketua Bidang Koperasi, UMKM, Pekerja Informal, Ekonomi Kreatif, MLM Irwan Hamid;
  14. Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Sosial Mundiah;
  15. Ketua Bidang Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Muhammad Arita Fitra;
  16. Ketua Bidang Olahraga, Seni Budaya, Pariwisata Sabda Pranawa Djati;
  17. Ketua Bidang Buruh Migran dan ART Lita Anggraeni;
  18. Ketua Bidang Hukum, HAM, Lingkungan Hidup, Masyarakat Adat Sucipto;
  19. Ketua Bidang Kebijakan Industri, BUMN, ESDM, Air Bersih Sunandar;
  20. Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kebijakan Publik Diding Sudrajat;
  21. Ketua Bidang Infokom dan Propaganda Kahar S Cahyono;
  22. Ketua Bidang Penggalangan dan Konsolidasi Sumatera Tonny Pangaribuan;
  23. Ketua Bidang Penggalangan dan Konsolidasi Jawa Hanifah;
  24. Ketua Bidang Penggalangan dan Konsolidasi Kalimantan Oktaviani;
  25. Ketua Bidang Penggalangan dan Konsolidasi Sulawesi Henry Hutabarat;
  26. Ketua Bidang Penggalangan dan Konsolidasi Indonesia Timur Ramses Felle/Agus Pekei
  27. Ketua Bidang Anggaran dan Pajak Iwan Kusmawan;
  28. Ketua Bidang Relawan Penggalangan Massa dan Satgas Baris Silitonga;
  29. Ketua Bidang Guru Honorer, Swasta, dan Tenaga Honorer Didi Suprijadi;

C. Mahkamah Partai

  1. Ketua Mahkamah Partai: Riden Hatam Azis;
  2. Sekretaris Mahkamah Partai: Ali Fahmi;

D. Majelis Nasional

  1. Ketua Majelis Nasional: Agus Ruli Ardiansyah;
  2. Sekretaris Majelis Nasional: Damar Panca Mulya

Leave a Reply

%d bloggers like this: