Peserta JHT Belum Usia 56 Bisa Cairkan Dananya Sebelum Peraturan JHT Baru Berlaku - Mantik Berita

Peserta JHT Belum Usia 56 Bisa Cairkan Dananya Sebelum Peraturan JHT Baru Berlaku

 194 views (dibaca)

mantik.id, Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan aturan baru bahwa jaminan hari tua atau JHT baru bisa cair saat peserta memasuki usia 56 tahun. Aturan baru tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua.

Padahal sebelumnya, Permenaker Nomor 19 Tahun 2015 yang membolehkan peserta mencairkan dana JHT saat terkena resign, PHK dan tidak lagi menjadi WNI.

Dikutip dari bisnis, Staf Khusus Menteri Ketenegakerjaan Diah Indah Sari mengemukakan kebijakan batas minimal pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) di usia 56 tahun ditetapkan untuk memastikan JHT kembali pada filosofinya sebagai bantalan sosial pekerja pada hari tua.

“JHT adalah amanat UU Sistem Jaminan Sosial Nasional dan turunannya. Tujuannya agar pekerja menerima uang tunai saat sudah pensiun, cacat tetap, dan meninngal. Jadi sifanta old saving. JHT adalah kebun jati, bukan kebun mangga. Panennya lama,” kata Diah melalui utas di akun Twitter @Dita_Sari_ pada Jumat malam (11/2/2022).

Keterangan ini disampaikan Dita menyusul keluhan masyarakat soal terbitnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2/2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua yang disahkan pada 4 Februari 2022.

Namun demikian peserta JHT masih bisa mencairkan JHT sebelum usia 56 tahun dengan cara sebelum aturan itu berlaku. Aturan itu baru berlaku pada 4 Mei 2022 mendatang, jadi ada tenggang waktu tiga bulan setelah aturan ini diundangkan per 4 Februari 2022.

Untuk mencairkan JHT BP Jamsostek secara online bisa dilakukan dengan cara masuk pada laman lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id/

Adapun syaratnya antara lain sebagai berikut:

  1. Peserta mencapai usia pensiun 56 (lima puluh enam) tahun
  2. Peserta mengundurkan diri
  3. Peserta mengalami pemutusan hubungan kerja
  4. Kepesertaan 10 tahun (pengambilan sebagian 10%)
  5. Peserta meninggalkan wilayah Republik Indonesia (WNI)
    Dalam pengajuan pencarian peserta JHT juga harus menyiapkan beberapa dokumen, antara lain:
  6. Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan
  7. KTP
  8. Kartu Keluarga
  9. Surat Keterangan Berhenti Bekerja/Surat Keterangan Habis Kontrak
  10. Buku rekening pada halaman yang tertera nomor rekening dan masih aktif
  11. Foto diri terbaru (tampak depan)
  12. NPWP (untuk klaim manfaat JHT dengan akumulasi saldo di atas Rp. 50.000.000)

Tahapan yang harus dilewati dengan pencarian dana BPJAMSOSTEK secara online:

  1. Kunjungi laman lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id
  2. Isi data diri
  3. Unggah semua dokumen persyaratan beserta foto ukuran maksimal 6 MB
  4. Konfirmasi pengajuan
  5. Nantinya akan mendapatkan jadwal wawancara online yang akan dikirimkan melalui email
  6. Peserta akan dihubungi oleh petugas untuk verifikasi data melalui wawancara via video call
  7. Setelah proses selesai, saldo JHT akan dikirimkan ke rekening yang dilampirkan di formulir.

Sedangkan jika dilakukan secara langsung atau melalui kantor cabang, berikut tahapannya:

  1. Siapkan dokumen yang dibutuhkan untuk pencairan dana
  2. Aktifkan fitur GPS dan pastikan berada di sekitar kantor cabang
  3. Scan QR Code di kantor cabang
  4. Mengisi data dengan lengkap pada kolom yang tersedia
  5. Unggah dokumen persyaratan klaim
  6. Mendapatkan notifikasi pengajuan
  7. Perlihatkan notifikasi pada petugas untuk mendapat nomor antrean
  8. Tunggu untuk dipanggil wawancara
  9. Setelah verifikasi dari wawancara berhasil, kamu akan menerima tanda terima
  10. Tunggu saldo JHT masuk ke rekening

Leave a Reply

Your email address will not be published.