Silicon Valley, impian para Pengembang Teknologi Informasi Dunia - Mantik Berita

Silicon Valley, impian para Pengembang Teknologi Informasi Dunia

 238 views (dibaca)

mantik.id – Sampai saat ini banyak para profesi pengembang piranti lunak yang bermimpi ingin pergi dan bahkan bekerja di Lembah Teknologi (Silicon Valley).

Silicon Valley diimpikan oleh orang-orang yang punya ambisi dan sukses dalam mengembangkan bisnisnya karena merupakan pusat perusahaan teknologi inovatif di AS, tempatnya terletak di selatan San Francisco, California.

Sillicon Valley markas besar bagi 2.000 perusahaan teknologi, berhubungan dengan pemasok, pelanggan, dan penelitian. Dinamai untuk silikon yang dibutuhkan untuk membuat chip komputer semikonduktor.

Yang lebih penting lagi, kebanyakan dari mereka yang berada disana pemimpin di industrinya. Termasuk perangkat lunak, media sosial, dan penggunaan internet lainnya serta perusahaan-perusahaan memproduksi laser, fiber optik, robotika, dan peralatan medis.

Silicon Valley menciptakan pusat bagi perusahaan inovatif untuk menjadi sangat menguntungkan. Menciptakan lapangan kerja, pendapatan pajak lebih banyak, dan harga saham lebih tinggi. Inilah yang menjadikan Amerika Serikat mempunyai keunggulan komparatif atas negara lain.

Di mana Sillicon Valley?

Sillicon Valley mencakup kota-kota di selatan San Francisco. Itu berasal dari area Palo Alto/Menlo Park/Universitas Stanford. Awalnya adalah julukan untuk Lembah Santa Clara.

Sillicon Valley berbatasan dengan Teluk San Francisco di sebelah timur. Pegunungan Santa Cruz berada di barat, dan Redwood City di utara. Bagian selatan berbatasan dengan beberapa kota.

Ini termasuk Los Altos, Mountain View, Sunnyvale, Cupertino, Santa Clara, dan San Jose. Pegunungan Coast Range berada di area tenggara.

Lima Alasan Kesuksesan Sillicon Valley

Alasan utama kesuksesan Silicon Valley adalah semangat kerjasamanya. Misalnya, banyak pendiri perusahaan lokal pergi ke sekolah bersama.

Hal itu membuat mereka lebih mungkin untuk saling mempromosikan terlepas dari afiliasi perusahaan. Loyalitas pribadi mengalahkan loyalitas korporat.

Jaringan profesional menghasilkan pertukaran informasi yang mudah. Perusahaan menemukan bahwa kolaborasi di antara mereka membuat mereka semua lebih sukses.

Negara Bagian California melarang klausa non-bersaing. Akibatnya, pemain bintang dapat meninggalkan perusahaan untuk memulai perusahaan mereka sendiri untuk menguji ide-ide baru. Akibatnya, karyawan fokus untuk saling membantu memecahkan masalah.

Alasan yang sering diabaikan adalah keragaman budaya Sillicon Valley. Antara tahun1995-2005, lebih dari separuh start-upnya didirikan oleh para imigran. Mengapa? Sillicon Valley menarik para insinyur top dari seluruh dunia, terutama India dan Cina. Keragaman mengarah pada inovasi selama semua orang berfokus pada tujuan bersama mereka.

Universitas terkemuka mengelilingi Sillicon Valley. Banyak pendiri perusahaan yang lulus dari Universitas Stanford. Universitas lokal lainnya menyumbangkan staf dukungan teknis yang terlatih. Ini termasuk University of California di Berkeley, San Jose State, dan community college

Perusahaan Lembah Sillicon Valley

Perusahaan Silicon Valley yang paling terkenal adalah Apple, Facebook, Google, dan Netflix. Daerah tersebut juga meluncurkan Tesla, Twitter, Yahoo!, dan eBay.

Ada banyak perusahaan pendukung bisnis seperti Cisco, Oracle, Salesforce.com, Hewlett-Packard, dan Intel. Perusahaan lain termasuk Adobe, Intuit, dan Zynga.

Sejarah Sillicon Valley

Ide untuk Silicon Valley dimulai selama Depresi Besar. Profesor teknik Stanford Frederick Terman memutuskan untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi murid-muridnya.

Dia mendorong dua dari mereka, William Hewlett dan David Packard. Dia bahkan mendapat hibah untuk mereka sehingga mereka dapat membuat perusahaan teknologi tinggi yang dinamai menurut nama mereka.

Setelah Perang Dunia II, Terman menjadi Dekan sekolah teknik. Dia mendorong fakultas untuk duduk di dewan perusahaan baru.

Dia menggunakan kontak di Washington untuk mendapatkan hibah Federal untuk penelitian sekolah. Dia mendirikan Stanford Industrial Park untuk menyuburkan penelitian antara Stanford dan bisnis lokal.

Universitas menyewakan tanah kepada Varian Associates, Eastman Kodak, General Electric, Lockheed, dan Hewlett-Packard. Pada tahun 1955, Terman menjadi rektor Stanford.

Leave a Reply

Your email address will not be published.