Tanggapan AHY atas Keputusan MA yang Menolak Permohonan Judical Review oleh KSP Moeldoko - Mantik Berita

Tanggapan AHY atas Keputusan MA yang Menolak Permohonan Judical Review oleh KSP Moeldoko

mantik.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengadakan keterangan pers melalui siaran online dari Rochester, Amerika Serikat. AHY menyebut mendampingi pengobatan sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sedang dalam pengobatan kanker Prostat. (09/11/2021)

Ditengah kegiatan mendampingi SBY yang sedang dalam pengobatan di Amerika, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tetap memimpin jalannya organisasi partai Demokrat, bahkan AHY sehari setelah mendarat di Amerika dia langsung memimpin pelaksanaan beberapa rapat musyawarah daerah maupun fit and proper test para calon DPD Partai Demokrat.

AHY mengatakan, hikmah dari kemajuan teknologi saat pandemi sekarang ini adalah memberikan peluang bagi kita untuk tetap aktif melakukan kegiatan dimanapun kita berada meski dilakukan secara virtual.

Selasa subuh pagi waktu Rochester Amerika atau Selasa sore waktu Indonesia bagian Barat, AHY mengaku tiba-tiba mendapatkan telpon dari bung Hinca Panjaitan ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, bung Hinca menyampaikan, Makhamah Agung telah mengeluarakan keputusan untuk menolak permohonan judicial review ADRT partai Demokrat yang diajukan pihak KSP Moeldoko.

“Bung Hinca ingin saya menjadi orang pertama mengetahui keputusan ini,” kata AHY.

Mendengar keputusan ditolaknya permohonan tersebut AHY langsung mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, dan tentunya sebagai umat beragama AHY berkeyakinan semua ini terjadi atas ijin dan kehendak Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Alhamdulillah, kami sangat menyambut gembira keputusan ini” lanjut AHY.

AHY Mengaku keputusan ini sebenaranya sudah diperkirakan sejak awal, ia sangat yakin bahwa gugatan tersebut akan ditolak, karena gugatannya sangat tidak masuk akal.

Judicial Review AD ART partai Demokrat ini adalah akal-akalan dari KSP Moeldoko melalui proxy-proxy-nya yang dibantu pengacara Yusril Ihza Mahendra, tujuannya sangat jelas, mengambil kepemimpinan yang sah yang diakui oleh pemerintah” tegas AHY.

AHY menganalogikan partai Demokrat sebagai aset property, maka sertifikat yang sah dan yang diakui oleh pemerintah hanya satu yakni yang sekarang sudah AHY kantongi dan AHY pegang mandatnya hingga 2025.

“Tidak pernah KSP Moeldoko mendapatkan sertifikat dari pemerintah atas kepemilikan properti partai Demokrat. Jadi KSP Moeldoko tidak ada hak satupun atas partai Demokrat.” kata AHY

AHY menegaskan tidak ada haknya KSP Moeldoko mengganggu rumah tangga partai Demokrat.

Sejak awal pula AHY telah mencium gelagat pihak KSP Moeldoko yang gemar memamerkan kekuasaannya dengan jabatan sebagai kepala Staf Presiden.

“Saya mendapatkan laporan setelah beberapa kali para penggugat di briefing oleh KSP Moeldoko di kediamannya, bahwa para penggugat sangat yakin faktor kekuasaan akan berhasil memenangkan permainannya, dan gugatannya akan diterima oleh Makhamah Agung.” tutur AHY.

AHY menjelaskan secara detail di siaran pers onlinenya bahwa hasutan dan pamer kekuasaan KSP Moeldoko tidak hanya mencoreng nama baik bapak presiden selaku atasannya langsung beliau, tetapi juga menabrak etika politik, moral, serta merendahkan supremasi hukum di tanah air.

lebih dari itu AHY mengatakan tindakan itu juga melabrak kehormatan etika keprajuritan.

“Banyak senior saya di TNI yang memberikan simpati kepada kami atas tindakan dan ulah KSP Moeldoko tersebut.” terang AHY.

Dalam perjalanannya AHY menyampaikan dari 4 (empat) penggunggat ini ada 1 (satu) orang akhirnya menyadari kekhilafannya seraya meminta maaf serta memohon agar diterima kembali sebagai kader partai Demokrat.

“Terhadap mantan kader yang menyadari kesalahan dan mau memperbaiki kesalahan tersebut, saya tentu akan memaafakan dan menerimanya kembali sebagai kader partai Demokrat.” kata AHY.

Sedangkan menurut AHY ke-3 (tiga) orang lainnya yang tidak mengakui kesalahannya atau gelap mata dan telah dibutakan oleh janji-janji KSP Moeldoko maka tentu AHY harus mengambil sikap yang tegas.

“Saya yakin seluruh kader partai Demokrat menerima keputusan ini, bahkan mendorong saya untuk mengambil keputusan yang tegas tersebut.” ujar AHY

AHY menyampaikan bahwa sesuatu terjadi tidak jatuh begitu saja dari langit, ada prosesnya, ada usahanya, ada kerja nyatanya. Untuk itu dengan rendah hati, selain puji syukur kehadirat Allah SWT, Ketua Umum Partai Deomkrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan apresiasi kepada pihak pihak terkait sebagai berikut:

  1. Apresiasi setinggi tingginya kepada Ketua Makhamah Agung Bapak Muhammad Syarifuddin beserta seluruh jajarannya, khususnya para hakim agung, yang telah menumjukan integritas serta menempuh jalan yang lurus serta terang benderang untuk tegaknya kebenaran dan keadilan negeri ini.
  2. Mengucapkan terima kasih kepada menteri hukum dan HAM bapak Yasonna Laoly selaku pihak tergugat beserta jajarannya termasuk Dirjen dmintrasi Hukum Umum bapak Cahyo Raharja Muzhar yang telah memberikan pandangan hukumnya yang jelas, terhadap gugatan ini.
  3. Mengucapkan terima kasih kepada tim hukum partai Demokrat bapak Hamdan Zoelfa, bapak Heru widodo, bapak Bambang Widjayanto, bung Hinca Panjaitan, bung Benny K Harman, bung Mehbob, bung Muhajir dan seluruh kuasa hukum lainnya, yang telah bekerja keras siang dan malam membantu dan mendampingi AHY selama proses hukum berjalan.
  4. Mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada seluruh rakyat Indoneisia, civel society, civitas akademika, khususnya pakar hukum, sahabat-sahabat dari partai lain, pimpinan redaksi dan rekan-rekan wartawan, para mahasiswa pelajar dan generasi muda, yang telah memberikan atensi dan dukungannya kepada kami partai Demokrat, utamanya dukungan moril dan doa yang sangat berharga. Dan tidak tahu bagaimana dengan cara apa AHY membalasnya, tetapi AHY merasa yakin Tuhan Yang Maha Kuasa yang akan membalas kebaikan bapak ibu dan saudara-saudara sekalian.
  5. Menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada ketua majelis tinggi, partai dan segenap jajarannya
    ketua dewan kehormatan dan jajarannya, ketua makhamah partai dan jajarannya, ketua dewan pertimbangan dan jajarannya, sekretaris jenderal, bendahara umum, para kepala badan dan kepala departemen BPD partai Demokrat, ketua fraksi partai Demokrat dpri beserta anggota fraksi serta seluruh anggota fraksi DPRD propinsi dan kabupaten kota, juga tentunya para ketua DPD dan ketua DPC diseluruh tanah air, para ketua dan pengurus organisasi saya serta seluruh kader dan simpatisan partai Demokrat atas kerja kerasnya yang tak kenal lelah, melalukan berbagai macam upaya, serta doa yang tidak putus-putusnya untuk tegaknya kebenaran dan keadilan di negeri ini, kepada seluruh kader partai Demokrat, saya mengajak, mari kita jadikan hari ini sebagai momentum, momentu bagi kita untuk terus memantapkan hati dan pikiran agar tidak ragu ragu berbuat yang terbaik untuk rakyat, berkoalisi dengan rakyat, tanpa harus kwatir diganggu oleh tangan-tangan oknum kekuasaan seperti yang dilakukan oleh KSP Moeldoko,

Di sisi lain, AHY juga menghimbau kepada para kader, jangan jadikan hal ini sebagai momen euphoria, tapi tetaplah rendah hati. Kita berharap, keputusan Mahkamah Agung ini akan menjadi referensi dan rujukan bagi proses hukum yang masih berjalan di PTUN. Mari kita terus kawal proses tersebut. Insya Allah, Tuhan beserta kita, untuk kembali memenangkan perjuangan hukum ini, juga kembali memenangkan akal sehat dan hati nurani. (didiktriono-mantik.id)

Leave a Reply

%d bloggers like this: