Tiga Anak Rahmat Effendi Diperiksa KPK - Mantik Berita

Tiga Anak Rahmat Effendi Diperiksa KPK

 6,478 views (dibaca)

mantik.id, Jakarta – KPK memeriksa tiga anak tersangka Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi (RE) di Jakarta, Senin (28/3/2022).

Pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat dengan menghubungkan soal pengelolaan aset.

Ketiga anak Rahmat Effendi yang diperiksa adalah Ramdhan Aditya selaku Direktur Utama Arhamdhan Ireynaldi Rizky, Irene Pusbandari selaku Direktur PT AIR, dan Reynaldi Aditama selaku Komisaris PT AIR.

“Ketiga saksi hadir dan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MY (Mulyadi alias Bayong). Tim penyidik mengonfirmasi antara lain terkait pengelolaan aset-aset dari tersangka RE,” kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Belum diketahui dengan pasti apa yang bakal digali penyidik KPK terhadap tiga anak Rahmat Effendi itu. Namun KPK sedang fokus mengusut aliran uang dugaan korupsi Rahmat Effendi. Termasuk, dugaan aliran uang mengalir kepada keluarga.

Selain ketiga anak Rahmat Effendi, KPK juga memanggil tiga saksi lainnya yakni seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Engkos. Kemudian Camat Cisarua Deni Humaedi Alkasembawa, serta Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Kota Bekasi Aan Suhanda.

Ali Fikri mengatakan KPK mendalami pengetahuan ketiganya terkait aliran sejumlah uang yang diterima Rahmat Effendi dari para camat di Kota Bekasi, serta dugaan adanya pembelian aset dari penerimaan uang-uang tersebut.

KPK menetapkan sembilan tersangka Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi (RE) alias Pepen, Camat Rawa Lumbu Makhfud Saifudin (MA) Direktur PT MAM Energindo Ali Amril (AA), Lai Bui Min alias Anen (LBM), Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) Suryadi (SY). Mereka dijerat sebagai pihak pemberi.

Kemudian Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Bunyamin (MB), Lurah Kati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL). Mereka dijerat sebagai pihak penerima bersama Rahmat Effendi.

Penetapan sembilan tersangka berawal dari operasi tangkap tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim penindakan KPK, pada Rabu (5/1/2022) hingga Kamis (6/1/2022) di Bekasi dan DKI Jakarta. Tim penindakan KPK mengamankan 14 orang beserta uang berbentuk tabungan berjumlah 5 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.