Transplantasi Karang dan Penanaman Mangrove Bagian Edukasi Masyarakat Yensawai Raja Ampat - Mantik Berita

Transplantasi Karang dan Penanaman Mangrove Bagian Edukasi Masyarakat Yensawai Raja Ampat

 162 views (dibaca)

Mantik.id, Raja Ampat – Kampung Yensawai distrik Batanta Utara kabupaten Raja Ampat adalah satu dari sekian kampung di Raja Ampat yang terdampak Abrasi (pengikisan daerah pantai).

Selain terkena Abrasi, kampung Yensawai dahulu juga terkenal dengan keindahan bawah laut dan terumbu karangnya. Namun, kini kerusakan terumbu karang di kampung tersebut sangat memprihatinkan.

Tanaman mangrove yang berhasil ditanam masyarakat kampung Yensawai guna menahan abrasi pantai. Foto: mtk/Wim.

Menyadari akan hal itu, masyarakat Yensawai kini semacam mendapat “orang tua asuh” dari Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) bersama Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) atas support COREMAP-CTI.

Kordinator Kelompok Rehabilitasi Ekosistem Pesisir Kampung Yensawai, Konstantinus Saleo, menjelaskan dulunya terumbu karang kampung Yensawai terkenal dengan keindahan warna warninya. Namun, sekaran sangat memprihatinkan.

Dikatakan, setelah hadirnya tim PKSPL IPB University di kampung Yensawai, memberikan perubahan signifikan terhadap laut dan dalam laut di kampung Yensawai.

“Dulu kampung kami ini (Yensawai) terkenal dengan keindahan karangnya. Hanya saja sekarang akibat dari perubahan iklim dan kurangnya kesadaran masyarakat, terumbu karang pelan-pelan menjadi rusak,” ujar Konstantinus Saleo.

“Kemudian setelah kami didatangi oleh tim dari PKSPL IPB University di Yensawai dan setelah mereka melakukan penelitian dan melatih masyarakat Yensawai lewat beberapa kelompok yang ada, sehingga kami bisa mengerti bagaimana cara menanam mangrove dan melakukan transplantasi karang. Dan syukur puji Tuhan, semuanya berhasil,” terang Saleo.

Ia juga menjelaskan, pada lokasi yang dipilih untuk menanam karang, dimana lokasi tersebut terdapat banyak karang yang rusak. Namun menurutnya, setelah dilakukan transplantasi, akhirnya lokasi tersebut terlihat seperti taman bawah laut.

“Harapan kami kedepan, lokasi itu akan menjadi tempat wisata, sekalian menjadi tempat edukasi kepada siapa saja yang datang, dan diajari bagaimana cara menanam karang dan mangrove,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.